Hi Guys, Selamat berkunjung di blog aku ya, kali ini aku akan berbagi sedikit pengalaman tentang tempat wisata yang pernah aku kunjungi. Sebenarnya pengalaman aku ini mengenai perjalanan Tour Experiment Studies aku pada saat SMA. Saat itu, aku bersama teman seangkatan sedang mendapat tugas dari sekolah untuk melakukan penelitian pada suatu pemukiman yang terpencil. Tempat tersebut sekaligus merupakan tempat wisata yang bernama pulau Sembilan yang terletak di Sinjai, Sulawesi Selatan. Pulau Sembilan Sinjai ini merupakan tempat wisata yang terdiri dari pulau-pulau kecil yang berjumlah Sembilan pulau.Oleh karena itu, dinamakanlah pulau Sembilan.
![]() |
| Pulau Harapan-Salah satu pulau dari wisata kepulauan pulau sembilan (Sumber Pribadi)) |
Perjalanan aku bareng teman dan beberapa guru dimulai dari kegiatan packing dan sarapan bareng di sekolah. Saat itu, perjalanan kami menempuh sekitar 2 jam menuju pelabuhan kota Sinjai dengan menggunakan bus. Sesampainya kami di pelabuhan kota Sinjai, kami harus menunggu sekitar sejam lebih, karena kapal angkut yang telah kami pesan sebelumnya sedang melakukan angkutan lain. Tidak lama kemudian, kapal yang kami tunggu akhirnya tiba dan kami segera naik dan berangkat ke tempat yang kami tuju.
Ada satu momen yang paling terkenang menurut aku, salah satunya yaitu pada saat kami di tengah laut (Laut selat Bone), kapal yang kami tumpangi tiba-tiba mengalami mati mesin. Dan hal tersebut membuat aku dan teman-temanku khawatir dan sedikit ketakutan. Tetapi untunglah tak lama kemudian mesin kapalnya menyala kembali dan kami melanjutkan perjalananan.
Sesampainya di sana, pulau pertama yang kami labui yaitu pulau kecil berpenghuni bernama pulau Larearea 1 dan pulau Larearea 2. Pulau ini merupakan dua pulau yang saling terhubung dengan adanya gosong (bukit pasir) dan masyarakat sekitar membangun sebuah jembatan kayu sebagai jalur akses penduduk antar pulau. Setelah kami turun dari kapal, kami pun disambut ramah oleh penduduk sekitar, kemudian kami pun langsung di bagi beberapa kelompok untuk melakukan penelitian. Dan saat itu, aku mendapat bagian kelompok untuk meneliti tentang kehidupan perekonomian masyarakat disana.
![]() |
| Keadaan Masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan pembuat perahu/kapal (Sumber Pribadi) |
Aku utarakan sedikit, bahwa berdasarkan hasil penelitian yang aku lakukan bersama temanku dan seorang guru pendamping, kami menyimpulkan bahwa keadaan masyarakat tersebut cukup memprihatinkan. Mengapa? Karena masyarakat disana hidup tanpa menggunakan listrik dan hanya bermata pencaharian sebagai nelayan, pemburu kerang, dan pembuat perahu (sampan). Adapun keadaan anak-anak disana dapat dikatakan hidup kurang layak karena belum dapat mengenyam pendidikan, penyebabnya adalah karena akses ke kota Sinjai sendiri harus menyebarangi lautan yang memakan waktu tempuh sekitar satu jam.
***
![]() |
| Potret Keindahan Pulau Sembilan (Sumber Pribadi) |
Oh iya, berbicara tentang keindahan bentang alam disana sangatlah menggugah selera untuk melakukan diving dan pengambilan gambar, karena menyuguhkan sejuta pesona bawah lautnya yang indah. Apalagi ditambah dengan tebing-tebing batu yang curam dan beralaskan pasir putih nan indah. Saat melihat hal tersebut aku bersama teman-teman langsung cepret gambar sana-sini, sampai-sampai kami lupa untuk melanjutkan kegiatan penelitian kami. Hahah…
Ada satu pulau yang membuatku terkesima melihat keindahannya yaitu pulau kecil yang tak berpenghuni (aku lupa namanya). Pulau tersebut sangat lah kecil dan hanya di tumbuhi beberapa pohon dan semak belukar di atas bukit batu. Saat kami menuju pulau tersebut, kami harus menggunakan kapal berukuran kecil karena pada saat itu laut sedang surut. Sehingga kapal kami yang pertama tidak dapat menepi dibibir pulau tersebut. Aku dan beberapa temanku karena sudah tak sabaran ke pulau tersebut, akhirrnya kami memilih cara yang sedikit ekstrim yaitu dengan cara berenang.
![]() |
| Momen Kebersamaan Bersama Teman dan Guru di Pulau Sembilan (Sumber Pribadi) |
Hal selanjutnya yang paling terkenang yaitu momen dimana aku bersama teman-temanku makan bersama dengan beralaskan bebatuan. Karena sudah tidak sabaran dan tela kelaparan selepas berenang, kami langsung menyantap bekal yang kami bawa. Kami menyantap makanan kami dengan sangat lahap dan nikmat tanpa ada istilah jaim-jaiman (Jaga Image). Kedengarannya sedikit menjijikan, tetapi menurut aku itulah inti dari sebuah momen kebersamaan yang tak akan pernah terlupakan.
So, kesimpulannya adalah begitu banyak momen yang dapat kita peroleh dengan adanya kata kebersamaan. Dan hal pokok yang mewujudkan kebersamaan tersebut adalah hadirnya sosok teman/sahabat yang mengerti kita dan kita mengerti mereka. Pengalaman itu mahal, tanpa mereka kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa hidup di dunia ini.
Itulah sedikit cerita perjalanan ku bersama teman-temanku di Pulau Sembilan Sinjai.
So, kesimpulannya adalah begitu banyak momen yang dapat kita peroleh dengan adanya kata kebersamaan. Dan hal pokok yang mewujudkan kebersamaan tersebut adalah hadirnya sosok teman/sahabat yang mengerti kita dan kita mengerti mereka. Pengalaman itu mahal, tanpa mereka kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa hidup di dunia ini.
Itulah sedikit cerita perjalanan ku bersama teman-temanku di Pulau Sembilan Sinjai.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar